Riset Kanker Ginekologi yang Paling Dinantikan di ASCO 2026

Riset Kanker Ginekologi yang Paling Dinantikan di ASCO 2026

07 October 2026 | OncLive

Pertemuan tahunan American Society of Clinical Oncology (ASCO) 2026 menjadi salah satu ajang penting bagi perkembangan pengobatan kanker. Tahun ini, perhatian para ahli kanker ginekologi tertuju pada berbagai penelitian baru mengenai kanker endometrium, kanker ovarium, dan kanker serviks.

OncLive melakukan jajak pendapat untuk mengetahui jenis kanker dan penelitian apa yang paling dinantikan oleh para klinisi.

Kanker endometrium paling banyak mendapat perhatian

Dari hasil jajak pendapat, kanker endometrium menjadi jenis kanker ginekologi yang paling banyak diperkirakan menghasilkan data baru di ASCO 2026.

Hasilnya:

  • Kanker endometrium: 45%
  • Kanker ovarium yang resisten terhadap platinum: 30%
  • Kanker ovarium dengan FRα tinggi: 21%
  • Kanker serviks: 3%

Besarnya perhatian terhadap kanker endometrium menunjukkan semakin pentingnya perkembangan imunoterapi dalam pengobatan kanker tersebut. Sementara itu, pada kanker ovarium, penggunaan antibody-drug conjugate (ADC) atau obat yang dirancang untuk menghantarkan terapi secara lebih spesifik ke sel kanker terus berkembang.

Empat penelitian yang paling dinantikan

Beberapa penelitian yang menjadi perhatian dalam ASCO 2026 antara lain:

1. Penelitian RUBY: peluang kesintasan jangka panjang

Penelitian RUBY mengevaluasi penggunaan dostarlimab bersama kemoterapi pada pasien dengan kanker endometrium stadium lanjut atau yang kambuh.

Data sebelumnya menunjukkan bahwa kombinasi ini dapat membantu memperpanjang waktu pasien tanpa mengalami perkembangan penyakit dan meningkatkan kesintasan.

Data terbaru diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai hasil pengobatan jangka panjang, termasuk apakah sebagian pasien dapat mengalami remisi yang bertahan lama.

2. Penelitian NRG-GY018: imunoterapi pada kanker endometrium

Penelitian NRG-GY018 menguji pembrolizumab yang dikombinasikan dengan kemoterapi carboplatin dan paclitaxel.

Hasil sebelumnya menunjukkan manfaat terhadap pengendalian penyakit, terutama pada pasien dengan tumor dMMR.

Data terbaru akan membantu melihat apakah manfaat tersebut juga memberikan keuntungan kesintasan jangka panjang, sekaligus memberikan informasi mengenai pilihan terapi setelah pengobatan awal.

3. Penelitian ROSELLA: terapi baru untuk kanker ovarium

Penelitian ROSELLA mengevaluasi kombinasi relacorilant dan nab-paclitaxel pada pasien dengan kanker ovarium yang sudah tidak responsif terhadap obat berbasis platinum.

Data terbaru akan melihat secara khusus pasien yang sebelumnya telah mendapatkan obat golongan taxane.

Hasilnya diharapkan dapat membantu dokter memahami apakah kombinasi tersebut tetap memberikan manfaat pada pasien yang telah menjalani beberapa jenis pengobatan sebelumnya.

4. Penelitian MIROVA: terapi yang menargetkan sel kanker ovarium

Penelitian MIROVA meneliti mirvetuximab soravtansine, yaitu salah satu jenis antibody-drug conjugate (ADC) yang menargetkan protein folate receptor alpha (FRα) pada sel kanker.

Penelitian ini dilakukan pada pasien dengan kanker ovarium berulang yang masih memenuhi syarat untuk mendapatkan kemoterapi berbasis platinum.

Hasil penelitian diharapkan memberikan informasi apakah obat tersebut dapat digunakan pada tahap pengobatan yang lebih awal, sekaligus memperluas pilihan terapi bagi pasien kanker ovarium.

Perkembangan pengobatan terus berlangsung

Berbagai penelitian yang dipresentasikan dalam ASCO 2026 menunjukkan bahwa pengobatan kanker ginekologi terus berkembang. Imunoterapi dan terapi bertarget, termasuk ADC, menjadi bagian penting dari penelitian terbaru.

Perkembangan ini diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan pengobatan yang efektif dan semakin disesuaikan dengan karakteristik kanker masing-masing pasien.

Klinik Alisah terus mengikuti perkembangan ilmu kedokteran dan informasi terbaru mengenai kesehatan reproduksi serta kanker ginekologi untuk membantu masyarakat mendapatkan informasi kesehatan yang terpercaya.