Kanker Serviks

Kanker Serviks

05 October 2026 | who.int

Fakta Utama

Kanker serviks sebagian besar dapat dicegah melalui vaksinasi HPV dan skrining serviks secara rutin. Jika ditemukan sejak dini dan ditangani dengan tepat, kanker serviks juga dapat disembuhkan.

Pada tahun 2024, diperkirakan terdapat sekitar 604.000 kasus baru kanker serviks dan sekitar 280.000 kematian di seluruh dunia. Angka kejadian dan kematian tertinggi terdapat di negara berpendapatan rendah dan menengah, terutama karena keterbatasan akses terhadap vaksinasi HPV, skrining, dan pengobatan.

Apa Penyebab Kanker Serviks?

Hampir seluruh kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi menetap (persisten) Human Papillomavirus (HPV) berisiko tinggi. HPV merupakan infeksi yang sangat umum dan dapat menyerang kulit, area genital, anus, serta tenggorokan.

Pada sebagian besar orang, sistem kekebalan tubuh dapat menghilangkan virus secara alami. Namun, infeksi HPV tertentu yang menetap dapat menyebabkan perubahan sel yang kemudian berkembang menjadi kanker.

Proses perubahan sel hingga menjadi kanker umumnya membutuhkan waktu 15–20 tahun, meskipun pada perempuan dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah proses tersebut dapat berlangsung lebih cepat.

Pencegahan

Vaksinasi HPV merupakan salah satu cara paling efektif untuk mencegah infeksi HPV dan kanker serviks. WHO merekomendasikan vaksinasi terutama bagi anak perempuan usia 9–14 tahun, sebelum aktif secara seksual.

Selain vaksinasi, pencegahan dapat dilakukan melalui:

  • Skrining kanker serviks secara rutin.
  • Tidak merokok atau berhenti merokok.
  • Menggunakan kondom.
  • Deteksi dan pengobatan lesi prakanker secara tepat waktu.

Vaksin HPV terutama melindungi terhadap tipe HPV berisiko tinggi 16 dan 18, yang menyebabkan sekitar 76% kanker serviks.

Pentingnya Skrining

Skrining dapat menemukan perubahan prakanker sebelum berkembang menjadi kanker. WHO merekomendasikan pemeriksaan dengan metode berkinerja tinggi mulai sekitar usia 30 tahun, atau 25 tahun bagi perempuan yang hidup dengan HIV, sesuai pedoman yang berlaku.

Lesi prakanker sering kali tidak menimbulkan gejala, sehingga skrining tetap penting meskipun seseorang telah mendapatkan vaksinasi HPV.

Kenali Gejalanya

Kanker serviks dapat disembuhkan apabila ditemukan dan ditangani pada tahap awal. Segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila mengalami:

  • Perdarahan tidak normal, termasuk setelah berhubungan seksual atau setelah menopause.
  • Keputihan yang meningkat atau berbau tidak sedap.
  • Nyeri menetap pada punggung, kaki, atau panggul.
  • Penurunan berat badan, kelelahan, atau kehilangan nafsu makan.
  • Ketidaknyamanan pada vagina.
  • Pembengkakan pada kaki.

Target Eliminasi Kanker Serviks

WHO menargetkan eliminasi kanker serviks sebagai masalah kesehatan masyarakat melalui strategi 90–70–90, yaitu:

  • 90% anak perempuan telah mendapatkan vaksinasi HPV lengkap sebelum usia 15 tahun.
  • 70% perempuan menjalani skrining dengan metode berkinerja tinggi pada usia 35 dan 45 tahun.
  • 90% perempuan dengan prakanker atau kanker serviks mendapatkan pengobatan yang sesuai.

Menurut pemodelan WHO, pencapaian target eliminasi tersebut berpotensi mencegah sekitar 74 juta kasus baru dan 62 juta kematian akibat kanker serviks hingga tahun 2120.

Kesimpulan: kanker serviks merupakan penyakit yang sebagian besar dapat dicegah. Vaksinasi HPV, skrining rutin, deteksi dini, dan pengobatan yang tepat merupakan langkah utama untuk menurunkan risiko kanker serviks dan menyelamatkan lebih banyak nyawa.

 

References

  1. Ferlay J EM, Lam F, Laversanne M, Colombet M, Mery L et al. . Global Cancer Observatory: Cancer Today [website]. International Agency for Research on Cancer; 2026 (https://gco.iarc.fr/today).
  2. Stelze, Dominik et al. Estimates of the global burden of cervical cancer associated with HIV. The Lancet. 2020. https://doi.org/10.1016/S2214-109X(20)30459-9
  3. Guida, F., Kidman, R., Ferlay, J. et al. Global and regional estimates of orphans attributed to maternal cancer mortality in 2020. Nat Med 28, 2563–2572 (2022). https://doi.org/10.1038/s41591-022-02109-2